~ Sajak Terserak di Dinding Fesbukku, Oleh Arfi Puspasari [Mei-Juni 2010]
Aku mencintaimu ..
hanya kata ini yang mampu terucap,
tentang sikap dan laku, biar kau rasakan sendiri, betapa ‘sederhana’ nya cinta ku ..
[Sun, 13 Jun 2010]
Semakin kukejar semakin kau jauh, tak pernah letih tuk dapatkanmu, terus berlari, namun ku takut terjatuh lagi,
Oh .. mungkinkah, dirinya ada di depan mataku ??
[Sun, 13 Jun 2010]
Ahhh .. langitku, terima kasih untuk hadirmu yang tak jua kunjung melelah,
aku akan bertahan, tak hanya sekali lagi, tapi berkali-kali, demi asaku akan suci hadirmu ..
[Sun, 13 Jun 2010]
Rindu yang meluruh pilu, dan selalu, pada akhirnya, hanya bulir bening inilah yang mampu ku reguk tanpa mampu ku peluk ..
[June 8 at 4:06am]
But, where were you when i cried last night ?!
[June 3]
Dan untuk sebuah hati, yang bila kusandingkan dengan sederhananya puisi, terhapuslah bias pendar pesona pelangi. Untukmu, rindu ini tak kan pernah terganti ..
[May 28 at 3:26am]
Malam memang kejam, selalu mencabik rindu tanpa ampun,
Dan aku pun menyerah, membiarkan jiwa terseret dalam arus antah berantah tanpa arah tanpa cahaya,
Karena malam ini pun masih kutemukan langit,…
Belum Purnama
[May 28 at 3:49am]
Rindu yang meraja, tak perlulah lagi nama ditanya, karena aku telah sungguh percaya, sejatinya, rindu ini untuk siapa .. aku hanya menitip harap, padaMu Sang Penguasa Kalbu, agar luas laut dan tinggi langit kan dapat dengan indah berpadu biru, hingga raga yang lama terpisah ragu dapat dengan tulus kembali bersatu
[May 16 at 11:47am]
Kau tak perlu bersimpuh karena akulah yang meluruh, namun ku yakin bila genggam tangan ini terisi, katakata sepi itu kan mampu tergapai penuh, menjelma , menari, merimakan jalinan bening sebuah puisi ..
[May 16 at 12:42pm]


