Rindu Pohon Randu

Kupastikan rinduku
Tetap kutandu menuju pohon randu.
Yang pernah kutanam di depan rumah.
Kupupuk dengan sebulir air,
mengalir dari pelupuk mata

Takkah kau ingat ?.
Pada satu waktu yang mempesonakan
Kau duduk memaku
Bersebreangan dengan pandangan
Tempatku menatap pintu.

‘Biar kutulis namamu,
di ujung punggung randu’

katamu.
‘Kelak, aku akan menjemputmu
dari sana, tulis saja di pintu itu’

pintaku.

Sekarang, kau bilang randu itu
telah menjulang
terdiang di tiang langit.

Penuh warni warna
Tempat mereka menancap,
bendera partai-partai bangkai.

‘Biarlah,
aku tunggu hingga tercipta
presiden baru,
kain-kain itu akan kujahit.
Menutupi rinduku yang memahit’

tuturmu.

Kenapa kau biarkan warna
partai-partai bangkai itu terangkai
di dahannya yang hijau ?.

Ah, entahlah.
Aku tak peduli dengan presiden baru

Aku hanya ingin memastikan
Jika rindu ini tetap kutandu
Hingga liuk pucuk randu.
Randu dengan ribuan kapuk,
yang melapuk sebelum mampu kupeluk.

~ by anismanshur on June 11, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.