Tentang rindu yang menggebu [Kumpulan status pilihan 15-30 Nov. 2009]

Angin lembah Nil mengantar memoriku, terus saja membayang, tentang tajam matamu, kala memaksaku luruh. Tak soal, jika malam mengalur lebih panjang, dengan dinginnya yang merasuk ruang rusuk. Aku hanya tak tahu, bagaimana menuntaskan rindu ini. Dan kau, seperti jauh untuk aku rengkuh……… (Sat, 28 Nov 2009 23:43:50 GMT)

Aku menangkap tulus, tentang senyum dari gadis koptik berkalung salib. Reyham Amir namanya. Sungguh eksotik, manisnya berucap, ”selamat lebaran, Ied al-adha al-said, kullu ‘am wa antum bikhoir”. [Terima kasih Reyham, natal nanti, pasti kubawakan hadiah, meski hanya senyum yang tersisa]. (Fri, 27 Nov 2009 13:59:38 GMT)



Kepadamu, kubawakan mawar, ia berduri. Tapi yakinlah, dalam durinya, akan tumbuh tunas-tunas merdeka. Seperti darah serta air mata tercipta, kau tak usah terbata-bata. Lihat, ia tengah ukir hikmah, demi beribu impian tak terjamah. Bagimu, untukku dan anak-anak kita. ;-) (Thu, 26 Nov 2009 23:49:38 GMT)

Coba kau raba. Disana, dalam gelap samudra, ia memiliki sendiri. Mencari kail tentang secercah cerah umpan yang kau sebar. Serupa ikan dilanda ketagihan, ia berharap kau cepat menggapai, menemaninya dalam kesunyian. (Thu, 26 Nov 2009 13:10:01 GMT)

Sedang mengalihkan perhatian, terlalu banyak berkunjung ke wall FB-mu dengan menatap indah mata dan liuk lentik bulunya, cukup buat aku terbang, bersama kepakan sayap lembut malaikat pagi, yang merongrong hatiku, menuju lorong-lorong kerinduan. Aduh cantik,… tolong ganti profil pic-mu, aku tak tahan untuk tak bertemu. (Thu, 26 Nov 2009 02:54:57 GMT)

Jika masih tak mampu membaca, tutup matamu. Kuajak kau jelajah lembah kerinduan, tapaki terjal gunung pengorbanan, tentang bulir air mata ditengah laut merah, dan oase asmara di pelupuk Sahara. Lalu, buka perlahan. Akan kau dapati, sendu jiwaku, menunggu jiwamu dalam kesunyian. Cantik, dekap erat hatiku [♥]. (Thu, 26 Nov 2009 00:00:02 GMT)

Fir’aun, ajari aku menapaki jalan, menuju keredaan Tuhan. Sudah, cukup kau saja yang tersesat. (Wed, 25 Nov 2009 13:06:44 GMT)

Aku bahagia kau hadir, mengingati lintas bulan sabit diatas apartemen, ketika ku tapaki lorong gelap tangga-tangga benci dan kerinduan. Walau, kau akan tetap diam menatap raga, basah oleh darah. Lupakan saja !. Kini, aku telah sampai diujung batas, menunggu uluran tangan menuju hatimu. Cantik, aku harap kau mau. (Wed, 25 Nov 2009 12:17:02 GMT)

Serupa senyum senantiasa kutebar, sementara dibalik bilah hati dan nalar, aku bergetar. Kala nama itu terdengar. Dan tangisan ini tanpa airmata, membaur bersama aliran Nil yang mengabur. Kuyakin hatimu tahu, meski siang selalu saja menganggapku tenang. I just wanna screeaamm ….. (Tue, 24 Nov 2009 10:33:06 GMT)

Ya hilwah ya ‘asal… ceritakan padaku, tentang senyum simpul yang menyembul dari balik Balah. Tentang siang mengingatmu terang. Kenapa Sahara kuat menahan bara, seperti Ghurgada setia menyimpan biru ?. Lalu, mengapa rindu yang kubiarkan mengalir bersama Nil tak kunjung nihil ?. [♥] (Mon, 23 Nov 2009 08:27:05 GMT)

Kau tahu ?. Aku tengah bersiap menjemput mimpi. Disana adalah kebahagiaanku yang lain. Saat hasratku akan menemuimu, kapan saja, dimana saja dan melakukan apa saja. Kau adalah mimpiku, seperti berharap menjadi nyata. Selamat malam cantik, ingat aku dalam do’a tidurmu. [♥] (Sun, 22 Nov 2009 21:51:11 GMT)

Di ujung Gami’, diatas pedih ini, aku sendiri. Memeluk erat serpihan angka-angka tercampak. Sementara nalar enggan bersandar. Seperti mawar depan imaroh yang kini mulai roboh. Adalah kelemayar dalam liurnya tak lagi taji. Oh Tuhan, bantu aku membencinya. Dan jadikan angka terpencar, menghimpun hikmah terindah. Disini, di ujung Gami’. (Sun, 22 Nov 2009 12:13:56 GMT)

Dari dinding rumah bambumu, aku menyelinap. Melukiskan kata rindu yang sudah lama aku endap. Meninggalkan jejak terserak diantara bahasa tak tampak. Tak apa, kau akan tahu. Meski ia seolah pudar oleh cahaya terpendar, menelisik dari jendela kamar. Itu oleh sebab, kau tak mampu membaca. [Selamat siang semua <3] (Sun, 22 Nov 2009 10:10:59 GMT)

Jika sudah jatuh, patah sudah pasti menanti. Terlebih perihal tentang hati dan rumah sakit bukan lagi solusi. (Sat, 21 Nov 2009 19:30:15 GMT)

Pagi, jangan kau pergi. Izinkan aku merekam mimpi semalam. Tentang rinai hujan yang menetes di pelupuk mata. Kala ia datang, membasuh basah hatiku. Aku pulas dalam dekap, hingga aku lupa, ucap terima kasih untuk dia yang tak pernah berharap lebih.[Selamat pagi cinta, selamat pagi cantik.... miss u <3]. (Sat, 21 Nov 2009 07:18:59 GMT)

Kawan, temani aku bergadang malam ini. Sepertinya, tiga cawan kopi torabika yang sudah aku persiapkan, tak mampu mengusir kantuk. Tidur hanya membuatku semakin terpuruk. Terpenjara oleh sakitnya rindu. (Fri, 20 Nov 2009 19:30:13 GMT)

Senja seolah mengajakku bercanda. Aku bilang rindu, dibalasnya dengan tawa. Kutanya kabar, ia menghindar. Aku menangis, dia apatis. Kuucap salam, ia diam. Aku diam, senja segera tenggelam. Terbenam bersama temaram malam. Meski senja selanjutnya, tetap kutunggu. Berharap ia, tak lagi kikir kata. (Fri, 20 Nov 2009 12:00:44 GMT)

Semalam, aku tak sempat menghabiskan, secawan kopi yang kau suguhkan. Besok pagi saja, meski rasa tetap saja sama, pahit. Aku hanya menunggumu terjaga. (Fri, 20 Nov 2009 07:56:40 GMT)

Aarrggh !. Rindu ini kumat, serasa dunia segera kiamat. (Wed, 18 Nov 2009 07:43:28 GMT)

Marichan, aku peringatkan. Tak perlu kau risau. Tanggalkan itu lipstik, eyeshadow, brush atau blush-on. Sungguh aku tak butuh. Bersamamu, didekatmu. Bulan dan bintang hanyalah debu. (Tue, 17 Nov 2009 11:27:42 GMT)

Chan, Gezira pernah memaksaku dihadapanmu kalah. Tentang serpihan hati yang hilang, kau tak perlu resah. Jikapun Nil tumpah ruah dan Mesir harus banjir, dihatimu jualah perahu cintaku kan berlabuh. Saat itu, kaulah yang pasti pasrah. Ensha Allah. (Tue, 17 Nov 2009 10:46:35 GMT)

~ by anismanshur on December 7, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.