Ketika Cinta Pria Ditolak

Dari kompas.com
Senin, 15 September 2008 | 11:12 WIB

LAIN pria, beda pula cara menyikapi penolakan. Biasanya mereka akan memilih cara-cara berikut setelah penembakan cintanya gagal.

- Friend Forever
Meski kecewa berat karena cintanya ditolak, untuk menunjukkan bahwa dia tidak sakit hati sebagian dari mereka memilih untuk tetap berteman seperti biasa. Ia akan menganggap peristiwa “penembakan” itu tak pernah terjadi. Layaknya teman baik, ia mungkin masih setia menemani Anda ngopi dan menjemput Anda pulang malam. Tapi, jarang sekali pria berjiwa besar begini.

- Jaga Jarak
Biasanya ia akan datang begitu Anda membutuhkan kehadirannya, tapi sejak “penembakan” itu, ia seakan memberi jarak. Kalau tak butuh, ia tak akan menghubungi Anda. Bicara pun seperlunya. Harap maklum, karena dia harus menata hatinya kembali. Ia mungkin tak tahan berlama-lama di dekat Anda, karena itu akan mengingatkannya pada peristiwa penembakan dulu.

- Berubah Benci
Kata orang, batas antara cinta dan benci itu setipis kulit ari. Anda jangan kaget kalau setelah penolakan Anda, sikapnya terhadap Anda berubah drastis. Melihat Anda ia seperti melihat musuh. Ia berubah menjadi membenci Anda. Itu hanya bagian dari proses penentraman hatinya.

- Pindah ke Lain Hati
Gugur satu tumbuh seribu. Inilah prinsip yang dianut sebagian pria. Ditolak oleh Anda bukan berarti ditolak pula oleh perempuan seluruh dunia. Ketika cintanya Anda tolak, ia akan berpaling ke perempuan lain.

- Pantang Menyerah
Hari ini penembakannya ditolak, lain hari tidak menutup kemungkinan cintanya diterima. Ia merasa Anda hanya butuh waktu. Dan ia akan menunggu sekaligus mengubah strategi untuk merebut hati Anda.

~ by anismanshur on September 19, 2008.

One Response to “Ketika Cinta Pria Ditolak”

  1. Puisi Umrul Qais
    وليل كموج البحر أرخى سدوله # علي بأنوع الهموم ليبتل
    فقلت له لما تمطى بصلبه # واردف اعجازا وناء بكلكل
    اﻻايهاالليل الطويل اﻻ انجلى# بصبح وما اﻻء صباح منك بأمثل
    فيا لك من ليل كان نجومه # بكل مغار الفتل شدت بيذ بل

    Artinya: “ Malam bagaikan gelombang samudra menyelimutkan tirainya padaku, dengan kesedihan untuk membencanaiku, aku berkata padanya kala ia menggeliat merentang tulang punggungnya dan siap melompat menerkam mangsanya, wahai malam panjang kenapa engkau tidak segera beranjak pergi yang digantikan pagi yang tiada pagi seindah kamu, Oh… malam yang gemintangnya, bagaikan terjerat ikatan yang kuat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.